Senin, 17 Desember 2012

Korupsi dan Kipas Angin

Suatu hari di alam baka. Manusia berbondong-bondong melakukan perjalanan untuk menemui Malaikat. Disana, pahala serta dosa mereka akan ditimbang. Mereka ini datang dari seluruh penjuru dunia, seperti Filipina, Singapore, dan Indonesia. Cuaca disana sangatlah panas mencekam sampai menusuk kulit.

Konon kabarnya, segala perbuatan dosa bagi masing-masing negara dapat diketahui hanya dengan melihat jam dinding raksasa. Menurut Malaikat, semakin cepat laju perputaran jam tersebut menandakan banyaknya perbuatan dosa yang telah mereka lakukan.


Kemudian, ada salah satu dari mereka yang berkata;.

Orang Filipina     : "Wah, pantesan negara gue berantakan. Tuh liat, jam dinding di negara gue aja muter lumayan kenceng. Pasti ini semua gara-gara Joseph Estrada dan Ferdinand E. Marcos yang nyolong lebih dari 5-10 Milyar."

Orang Singapore : "Wakakakakakak. Kasian amat sih lo. Tuh liat, jam dinding di negara gue aman-aman aja. Itu artinya, gak ada kata korupsi di negara gue!! :p"

Lalu, orang Indonesia melihat ke sekeliling, untuk melihat jam dinding raksasa negaranya. Namun, ia tidak kunjung menemukannya. Kemudian ia mendatangi Malaikat dan bertanya;

Orang Indonesia : "Om, kok jam dinding negara saya gak ada ya?"
Malaikat               : "Emang negara kamu apa?"
Orang Indonesia : "Indonesia Om."
Malaikat               : "Haduuh. Maaf  ya atas ketidak sopanan ini. Tuh liat, disini jam negara kamu kita jadikan sebagai kipas angin."
Orang Indonesia :"--____________--"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar